Eksistensi Gondang Naposo sebagai Warisan Seni Budaya dan Media Interaksi Sosial Tradisional di Tengah Modernisasi Generasi Z Batak Toba: Studi pada Usia 18–29 Tahun

The Existence of Gondang Naposo as a Cultural Art Heritage and Traditional Social Interaction Medium amid the Modernization of Toba Batak Generation Z: A Study of Individuals Aged 18–29

Authors

  • Alvi Syahri Ramadani Universitas Negeri Medan Author
  • Dinda Ayu Dewita Universitas Negeri Medan Author
  • Wulan Dian Sari Br. Siahaan Universitas Negeri Medan Author
  • Elly Prihasti Wuriyani Universitas Negeri Medan Author
  • Tri Indah Prasasti Universitas Negeri Medan Author

DOI:

https://doi.org/10.33772/j84qs069

Keywords:

Gondang Naposo, Generasi Z, Batak Toba, warisan budaya, modernisasi

Abstract

Gondang Naposo merupakan warisan seni budaya Batak Toba yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi juga sebagai media interaksi sosial bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi Gondang Naposo sebagai warisan seni budaya dan media interaksi sosial tradisional di tengah modernisasi Generasi Z Batak Toba usia 18–29 tahun. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 37 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen divalidasi melalui expert judgment dan diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach’s Alpha. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengenal Gondang Naposo dan sejumlah responden pernah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Responden juga memandang Gondang Naposo sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan mempertahankan identitas budaya Batak Toba. Meskipun modernisasi dan media sosial memengaruhi minat generasi muda, Gondang Naposo tetap relevan dan dapat dilestarikan melalui partisipasi komunitas serta pemanfaatan media digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2021). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Fernanda, A. (2024). Kajian ekokritik terhadap tradisi lisan dalam ritual Ceriak. IDEBAHASA, 1(1), 1–10.

Gultom, Y. X. (2025). Eksplorasi spiritualitas Batak terhadap generasi muda di era digital dalam pendekatan budaya. Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 7(1), 28–41.

Handayani, N. M. A. P., Putri, P. W., & Juniantari, M. R. (2023). Peran Generasi Z sebagai wadah pelestarian budaya dan lingkungan dalam mewujudkan Indonesia Emas. Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), 3, 164–172.

Ismanto, R., & Sudarwani, M. M. (2020). Rumah Tongkonan Toraja sebagai ekspresi estetika dan citra arsitektural. Jurnal Arsitektur, 1(1), 1–10.

Kusumawati, E. A., & Sugiarsi, S. (2020). Analisis penulisan abstrak bahasa Inggris pada karya tulis ilmiah mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan STIKes Mitra Husada Karanganyar. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 8(1), 70.

Lumbantobing, A. M. (n.d.). Makna wibawa jabatan dalam Gereja Batak.

Monica, M. (2020). Tradisi lisan upacara adat saur matua suku Batak Toba: Tinjauan antropolinguistik. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Batak, 2(1), 1–10.

Purba, J. K., Halawa, S., & Ginting, S. D. (2020). Transformasi tradisi lisan “Mangokkal Holi” sebagai naskah drama. Kode: Jurnal Bahasa, 9(4), 108–121.

Purba, R., & Solihati, N. (2024). Umpasa dan umpama dalam prosesi adat pernikahan suku Batak Toba: Kajian antropolinguistik. Silampari Bisa: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 7(1), 1–10.

Rijali, A. (2022). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.

Rosaria, S. D., Gunantar, D. A., Ellyawati, H. C., & Januarta, G. J. (2022). Pelatihan penulisan abstrak bagi mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum Universitas Semarang. TEMATIK, 2(1).

Rumapea, Y. P. (2025). Akulturasi pesta Gondang Naposo: Kajian etnografis pada praktik musik tradisional masyarakat Batak Toba (Disertasi doktoral, Institut Seni Indonesia Yogyakarta).

Sibarani, R. (2021). Peran karakter berbasis kearifan lokal sebagai strategi kesejahteraan masyarakat. Dalam Pemikiran Guru Besar USU tentang Strategi untuk Kesejahteraan Masyarakat (hlm. xx–xx). Universitas Sumatera Utara.

Sidjabat, W. B. (n.d.). Ahu si Singamangaraja.

Silaen, S. M. (2017). Gondang Naposo pada masyarakat Batak Toba di Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan (Disertasi doktoral, Universitas Sumatera Utara).

Simatupang, L. D. (2025). Makna kultural umpasa pada upacara pernikahan Batak Toba di Samarinda. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Batak, 7(1), 1–10.

Siregar, B. M., Situmorang, H., & Sibarani, R. (2020). Tradisi andung dalam masyarakat Batak Toba. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 3(3).

Sitompul, R. H. P. (2009). Ulos Batak tempo dulu masa kini. Keramat.

Situmeang, J. P. (2022). Nilai kajian tradisi lisan pada tradisi Pasahat Indahan. Jurnal Kompetensi, 2(1), 81–89.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Thalib, H. W., & Mailin, M. A. (2024). Tanjungbalai kota batuah: Menjaga keharmonisan beragama melalui kearifan lokal.

Tobaria. (2021). Mengenal Gondang Naposo tradisi etnis Batak.

Tumanggor, B. (2025). Etnobotani tumbuhan untuk keperluan ritual adat suku Batak di Desa Siambaton Pahae Provinsi Sumatera Utara (Tesis magister, Universitas Jambi).

Downloads

Published

2026-07-28

How to Cite

Eksistensi Gondang Naposo sebagai Warisan Seni Budaya dan Media Interaksi Sosial Tradisional di Tengah Modernisasi Generasi Z Batak Toba: Studi pada Usia 18–29 Tahun: The Existence of Gondang Naposo as a Cultural Art Heritage and Traditional Social Interaction Medium amid the Modernization of Toba Batak Generation Z: A Study of Individuals Aged 18–29. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 11(1), 17-24. https://doi.org/10.33772/j84qs069

Similar Articles

11-20 of 27

You may also start an advanced similarity search for this article.