Pembelajaran Seni Kriya Anyaman Nentu Berbasis Potensi Lingkungan: Model Kontekstual untuk Penguatan Kreativitas Siswa SMP

Environmental Potential-Based Nentu Weaving Craft Learning: A Contextual Model for Strengthening Junior High School Students’ Creativity

Authors

  • Nurmawati Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.33772/1fha5786

Keywords:

pembelajaran seni kriya, potensi lingkungan, anyaman nentu, kreativitas siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan dan mengevaluasi model pembelajaran seni kriya berbasis potensi lingkungan melalui pemanfaatan bahan nentu pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kusambi. Masalah yang dikaji tidak hanya terletak pada rendahnya kemampuan teknis siswa dalam membuat karya kriya, tetapi juga pada lemahnya integrasi antara sumber daya lingkungan lokal, proses kreatif pembelajaran, dan penilaian karya kriya yang terukur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung penilaian kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa kelas VIII yang ditentukan melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik, dan rubrik penilaian produk yang mencakup gagasan/ide, kreativitas, serta teknik dan wujud. Temuan penelitian menghasilkan sintesis pembelajaran EPKR, yaitu eksplorasi bahan lokal, produksi karya anyaman, kurasi mutu karya, dan refleksi nilai ekologis-estetis. Hasil penilaian menunjukkan 46,15% siswa berada pada kategori baik dan 53,84% berada pada kategori cukup. Capaian terkuat terdapat pada aspek gagasan/ide, sedangkan aspek teknik dan wujud menjadi tantangan utama karena anyaman nentu membutuhkan koordinasi tangan, kepekaan bahan, dan latihan berulang. Kebaruan artikel ini terletak pada penempatan nentu bukan sekadar bahan kriya, melainkan sumber pedagogis yang menghubungkan ekologi lokal, keterampilan manual, penilaian estetis, dan pembentukan karakter kreatif. Penelitian ini berkontribusi pada pendidikan seni dengan menawarkan model operasional pembelajaran kriya berbasis lingkungan yang dapat diadaptasi pada sekolah dengan potensi bahan lokal sejenis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badar, I., & Trianto. (2015). Mendesain model pembelajaran inovatif, progresif, dan kontekstual. Jakarta: Prenada Media Group.

Barmin. (2007). Seni budaya dan keterampilan. Solo: Tiga Serangkai.

Chalidah, R. D. (2018). Peningkatan kreativitas seni kriya melalui media daur ulang pada mata pelajaran seni rupa kelas 5B MI Ma’arif Pademonegoro Sukodono Sidoarjo. Skripsi, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Daryanto. (2010). Media pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Djamarah, S. B. (2006). Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Fadilah, N. A. (2014). Journal of Elementary Education, 3(2). Universitas Negeri Semarang.

Gurnoy, E. (2010). Implementing environmental education to foreign language teaching to young learners. Educational Research, 1(8), 232-238.

Harjanto. (2005). Perencanaan pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Haryono. (2015). Bimbingan teknis menulis PTK. Yogyakarta: Amara Books.

Indah, S. (2020). Peningkatan kreativitas seni kriya 3 dimensi mata pelajaran seni budaya dan prakarya melalui media barang bekas pada siswa kelas IVA MIN 1 Lamongan.

Majid, A. (2014). Strategi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mendikbud RI. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah.

Mendikbud RI. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang standar penilaian pendidikan.

Mubarak, F. (2019). Pelaksanaan pembelajaran motif hias pada seni kriya berbahan bubur kertas siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Makassar.

Muharyati, E. Y. (2019). Pembelajaran kriya batik tulis sebagai upaya pembentukan karakter kreatif siswa kelas 7A SMPN Satu Atap 1 Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Seni, 2(1), 1-10.

Rickinson, M., Lundholm, C., & Hopwood, N. (2009). Environmental learning: Insights from research into the student experience. Dordrecht: Springer.

Riyanto. (2010). Paradigma baru pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sagala, S. (2011). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Setyawan, R. (2018). Pelatihan seni kriya tulang daun sirsak (Annona muricata) teknik pressed flowers dalam membangun kreativitas anak di Desa Karang Ampel Kecamatan Kaliwungu Kudus.

Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suprijono, A. (2011). Model-model pembelajaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Jaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2026-05-10

How to Cite

Pembelajaran Seni Kriya Anyaman Nentu Berbasis Potensi Lingkungan: Model Kontekstual untuk Penguatan Kreativitas Siswa SMP: Environmental Potential-Based Nentu Weaving Craft Learning: A Contextual Model for Strengthening Junior High School Students’ Creativity. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 10(2), 127-133. https://doi.org/10.33772/1fha5786

Similar Articles

21-30 of 43

You may also start an advanced similarity search for this article.