Tari Lulo Ngganda dalam Masyarakat Tolaki di Desa Benua, Kabupaten Konawe Selatan
Lulo Ngganda Dance in the Tolaki Community of Benua Village, South Konawe Regency
DOI:
https://doi.org/10.66225/z048cd50Keywords:
Lulo Ngganda, masyarakat Tolaki, makna gerak, nilai budayaAbstract
Lulo Ngganda merupakan tari ritual masyarakat Tolaki yang hidup dalam rangkaian tradisi Monahu Ndau'u dan masih dipraktikkan di Desa Benua, Kabupaten Konawe Selatan. Keberadaannya penting dikaji karena memuat pengetahuan ritual, makna gerak, nilai sosial, serta potensi pendidikan budaya lokal di tengah melemahnya pewarisan seni tradisional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan Tari Lulo Ngganda, menganalisis makna geraknya, mengidentifikasi nilai yang terkandung di dalamnya, serta menjelaskan perannya dalam pendidikan. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi terhadap rangkaian persiapan dan pelaksanaan, wawancara dengan tokoh adat, penabuh okanda, penari, tokoh masyarakat, dan warga, dokumentasi peralatan ritual serta gerak tari, dan studi pustaka. Data dianalisis melalui kondensasi data, pengodean tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan penguatan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Lulo Ngganda terdiri atas tahap persiapan atau mepokosadia dan tahap pelaksanaan atau pepoko'aria. Tiga bentuk gerak yang masih dipraktikkan adalah Lulo Tiytiysu, Lulo Kolia-liangako, dan Lulo Polerusi. Ketiganya merepresentasikan hubungan manusia dengan alam, etos kerja bertahap, serta ketepatan dan kesungguhan berusaha. Nilai yang muncul meliputi nilai religius, sosial, estetis, budaya, kerja keras, etika, dan kebersamaan. Penelitian menyimpulkan bahwa Lulo Ngganda bukan hanya pertunjukan ritual, tetapi juga medium transmisi nilai dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model pembacaan budaya-pedagogis atas tari tradisional sebagai dasar penguatan pembelajaran seni, muatan lokal, dan pelestarian warisan budaya takbenda.
Downloads
References
Anttila, E. (2018). The potential of dance as embodied learning. In Proceedings of the Dance Fields Conference. University of Roehampton.
Arman, A. (2022). Review of Islamic law on Lulongganda ritual customs in post-harvest procession in Benua Subdistrict of South Konawe Regency. Profetika: Jurnal Studi Islam, 23(2), 281-294. https://doi.org/10.23917/profetika.v23i2.19662
Asis, A. (2016). Fungsi dan makna tradisi upacara Monahu Ndau'u pada kegiatan pertanian oleh masyarakat Tolaki di Desa Benua Kabupaten Konawe Selatan. Walasuji, 7(1), 153-167. https://doi.org/10.36869/wjsb.v7i1.93
Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. University of California Press.
Evadila, E., Cahyono, A., Endraswara, S., & Kurniati, D. (2024). Cultivating students character: The role of Zapin Pecah Dua Belas dance from Pelalawan Riau Province in higher education learning. Gelar: Jurnal Seni Budaya, 22(1), 114-126. https://doi.org/10.33153/glr.v22i1.5968
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33-54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Fitri, A., Basri, N., Saputra, R. J., & Halim, F. (2024a). The role of local wisdom values in Rateeb Meuseukat dance learning at elementary school teacher education, faculty of teacher training and education, Syiah Kuala University. Jurnal JPSD (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar), 11(1), 26-34. https://doi.org/10.26555/jpsd.v11i1.a28818
Fitri, A., Basri, N., Ramdiana, Aiman, Saputra, R. J., Hidayani, S., Rahmad, C. A., & Wahyudi, A. (2024b). The meaning of the Dulang dance movement as a traditional dance in traditional ceremonies in Langkat Regency, North Sumatra, Indonesia. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 19(2), 148-157. https://doi.org/10.33153/dewaruci.v19i2.6581
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Grindheim, M., & Grindheim, L. T. (2021). Dancing as moments of belonging: A phenomenological study exploring dancing as a relevant activity for social and cultural sustainability in early childhood education. Sustainability, 13(14), 8080. https://doi.org/10.3390/su13148080
Janse, H. (2023). UNESCO's Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage and the 'goodness criteria'. International Journal of Intangible Heritage, 18, 15-30. https://doi.org/10.35638/ijih.2023.18.001
Mahmudah, F. N., Ulwiyah, I., Fatimah, S., & Hamid, A. (2021). Transformasi karakter anak berbasis nilai-nilai kearifan lokal melalui tarian tradisional: Pendekatan bootstrap. Dwija Cendekia: Jurnal Riset Pedagogik, 5(1), 108-118. https://doi.org/10.20961/jdc.v5i1.51598
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Nikarti, N., Aso, L., & Ibrahim, I. (2018). Tari Lulo Ngganda pada suku Tolaki di Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya, 3(1), 58-64.
Oktavianus, O., Citrawati, A. A. I. A., Nurmalena, N., & Fakhrizal, F. (2024). Makna simbolis dan filosofi di balik gerakan tari tradisional Indonesia. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 25(2), 760-772. https://doi.org/10.23960/aksara/v25i2.pp760-772
Pramudiyanto, A., Sari, F. K., & Melandika, A. (2024). Manifestation of character education in Ponorogo Keling Dance and its relevance as teaching material. Jurnal Paedagogy, 11(2), 265-275. https://doi.org/10.33394/jp.v11i2.10422
Prasetiyo, A. (2024). Children's character education through Bondhan Payung dance. International Review of Humanities Studies, 9(1). https://doi.org/10.7454/irhs.v9i1.1284
Rahmawati, N., Syukur, F., & Darmu'in, D. (2023). Local wisdom-based character building empowerment at junior high schools in Indonesia. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 15(3). https://doi.org/10.35445/alishlah.v15i3.3207
Ramadani, F. H. (2023). Extracurricular traditional dance art in inculcating the values of tolerance and love for the homeland. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme, 5(1), 690-704. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v5i2.2793
Riyaningsih, E., Maryono, & Harini. (2018). Establishment of learners' character through learning traditional dance in senior high school. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 18(1), 13-27. https://doi.org/10.15294/harmonia.v18i1.12575
Saputra, R. J., Basri, N., & Aryesha, V. D. (2024). Character education through traditional Ranup Lam Puan dance: A study of kindergarten teachers at Almuna Bireuen. Catharsis: Journal of Arts Education, 13(2), 131-138. https://doi.org/10.15294/catharsis.v13i2.16258
Sekarningsih, F., Budiman, A., & Gustiaji, G. R. (2021). Wix web-based dance learning media to support teaching in the pandemic era in high school. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 21(1), 178-191. https://doi.org/10.15294/harmonia.v21i1.27420
Supeni, S., Handini, O., & Hakim, L. (2021). Internalizing character education through Javanese traditional dance. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(1), 1-13.
Trivena, A., Kabanga, T., Hakpantria, H., Langi, N. T., La'biran, R., Sanda, F. R., & Nyho, R. (2024). Character education values in traditional dance extracurricular activities in elementary schools. International Journal of Religion, 5(9), 470-478. https://doi.org/10.61707/by04h351
Turner, V. (1967). The forest of symbols: Aspects of Ndembu ritual. Cornell University Press.
Wahyuni, S., Mayar, F., & Desyandri. (2023). Pembelajaran seni tari tradisional dalam membentuk karakter siswa di kelas 5 sekolah dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(2), 1811-1820. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i2.904
UNESCO. (2024). Basic texts of the 2003 Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. UNESCO.





