Bentuk dan Makna Simbolik Tari Katumbu: Kajian Interaksi Simbolik George Herbert Mead

The Form and Symbolic Meaning of Katumbu Dance: A Study of George Herbert Mead’s Symbolic Interaction

Authors

  • Juriani Musurifu Hasina Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.66225/bs4yda97

Keywords:

Tari Katumbu, makna simbolik, warisan budaya

Abstract

Tari Katumbu merupakan seni pertunjukan tradisional masyarakat Muna di Desa Lahontohe, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, yang lahir dari pengalaman agraris, praktik gotong royong, dan ekspresi syukur atas hasil panen. Di tengah perubahan sosial dan lemahnya kelembagaan pelestarian, dokumentasi akademik terhadap bentuk pertunjukan dan makna simboliknya menjadi penting agar pengetahuan lokal tidak tereduksi menjadi sekadar hiburan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan Tari Katumbu serta menafsirkan makna simbolik gerak, kostum, instrumen, pola lantai, dan tata rias dengan menggunakan perspektif interaksi simbolik George Herbert Mead. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan, wawancara purposif dengan pelatih tari, penari, tokoh adat, dan pelaku seni, dokumentasi foto, serta telaah arsip sinopsis Tari Katumbu. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi unsur pertunjukan, interpretasi simbolik, triangulasi sumber, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pertunjukan Tari Katumbu meliputi 13 pelaku, yaitu 3 penari dan 10 pemain instrumen, dengan 15 ragam gerak yang terbagi dalam tahap pembuka, inti, dan penutup. Makna simbolik gerak berkaitan dengan aktivitas panen, rasa syukur, penghormatan, kesopanan, nasihat hidup perempuan, keberanian, dan pertahanan diri. Kostum perempuan menandai status sosial, kehormatan, dan kelembutan, sedangkan kostum laki-laki merepresentasikan keberanian dan jiwa kesatria. Tata rias mempertegas karakter lembut, dewasa, berani, dan bijaksana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tari Katumbu merupakan sistem simbol budaya yang menghubungkan pengalaman agraris, identitas gender, etika sosial, dan nilai religius masyarakat Muna. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian pendidikan seni, antropologi tari, dan pelestarian warisan budaya takbenda berbasis data visual serta tuturan pelaku budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, D., & Hasnawati, H. (2016). Perkembangan seni tari: Pendidikan dan masyarakat. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(3), 287–290.

Azis, A. (2016). Fungsi dan makna tradisi upacara Monahu Ndau’u pada kegiatan pertanian oleh masyarakat Tolaki di Desa Benua Kabupaten Konawe Selatan. Walasuji, 7(1), 153–167.

Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. University of California Press.

Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic Analysis: A Practical Guide. SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.

Hadi, Y. S. (2012). Koreografi: Bentuk, Teknik, Isi. Cipta Media.

Hariastuti, R. M., Budiarto, M. T., & Manuharawati. (2021). Indonesian traditional dance: Ethnomathematics on culture and learning. Journal of Physics: Conference Series.

Hidayat, R. (2011). Koreografi dan Kreativitas: Pengetahuan dan Petunjuk Praktikum Koreografi. Kendil Media Pustaka Seni Indonesia.

Jazuli, M. (2008). Paradigma Kontekstual Pendidikan Seni. UNNES Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Marafad, L. S., & Van den Berg, R. (2013). Kamus Muna-Indonesia. Pustaka Puspita.

Mead, G. H. (1934). Mind, Self, and Society. University of Chicago Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Murgiyanto, S. (2002). Kritik Tari: Bekal dan Kemampuan Dasar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Nikarti, A., Aso, L., & Ibrahim, I. (2018). Tari Lulo Ngganda pada suku Tolaki di Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya, 3(1).

Oktavianus, O., & Citrawati, A. A. I. A. (2024). Makna simbolis dan filosofi di balik gerakan tari tradisional Indonesia. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 25(2), 760–772.

Pebrianti, F. (2013). Makna simbolik dalam seni pertunjukan tradisional. Jurnal Seni dan Budaya, 11(2), 121–132.

Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Rusmaningrum, R. N., Subiyantoro, S., & Kurniadi, E. (2024). The symbolic meaning of traditional dance as a source of character education. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding.

Saputra, R. J., Putra, A., & Rahmawati, D. (2024). Character education through traditional Ranup Lam Puan dance learning for Almuna Bireuen Kindergarten teachers. Catharsis: Journal of Arts Education.

Sedyawati, E. (2012). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Rajawali Pers.

Sobur, A. (2013). Semiotika Komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Supeni, S., Sufa, F. F., & Jumintono. (2021). Internalizing character education through Javanese traditional dance. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(1).

Turner, V. (1967). The Forest of Symbols: Aspects of Ndembu Ritual. Cornell University Press.

UNESCO. (2024). Basic Texts of the 2003 Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. UNESCO.

Zuryaningsih, Y., Rahmawati, R., & Fadhilah, N. (2024). Analisis nilai-nilai pendidikan karakter pada Tari Ratoeh Jaroe di pembelajaran ekstrakurikuler SMA Negeri 3 Banda Aceh. Misterius, 1(2).

Downloads

Published

2026-05-08

How to Cite

Bentuk dan Makna Simbolik Tari Katumbu: Kajian Interaksi Simbolik George Herbert Mead: The Form and Symbolic Meaning of Katumbu Dance: A Study of George Herbert Mead’s Symbolic Interaction. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 9(2), 88-96. https://doi.org/10.66225/bs4yda97

Similar Articles

1-10 of 32

You may also start an advanced similarity search for this article.