Seni dalam tradisi Maata’a Mambio pada Etnis Ciacia Laporo di Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara

Art in the Maata’a Mambio tradition of the Ciacia Laporo ethnic community in Pasarwajo District, Buton Regency, Southeast Sulawesi

Authors

  • Muhamad Amran Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.33772/ypj5rs90

Keywords:

Maata’a Mambio, Ciacia Laporo, seni pertujukan, warisan kebudayaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pertunjukan seni, mengidentifikasi unsur-unsur seni, dan menafsirkan makna seni dalam tradisi Maata’a Mambio pada etnis Ciacia Laporo di Kelurahan Kombeli Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendokumentasian Maata’a Mambio sebagai tradisi panen yang mengintegrasikan seni tari, seni musik, dan sastra lisan sebagai media rasa syukur, kohesi sosial, dan pewarisan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berorientasi etnografis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan penggiat budaya, serta dokumentasi rangkaian ritual dan pertunjukan. Data dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi tematik, interpretasi, dan penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maata’a Mambio dilaksanakan melalui rangkaian yang saling berkaitan, meliputi musyawarah adat, Batanda’a, ritual inti, dan pertunjukan penutup. Unsur seni yang hadir meliputi tari Batanda, tari Linda, dan tari Mangaru; musik tradisional dengan instrumen ganda kancara, ganda katete, ndengu-ndengu, dan gong; serta sastra lisan berupa kabhanci wasenderao dan kabhanci mango-mango. Bentuk-bentuk seni tersebut memuat makna rasa syukur kepada Tuhan, penghormatan kepada leluhur, solidaritas sosial, etika gender, regenerasi kepemimpinan adat, dan pewarisan pengetahuan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni dalam Maata’a Mambio bukan sekadar hiburan, melainkan sistem ritual-estetik yang menopang identitas dan ketahanan budaya masyarakat Ciacia Laporo. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian pendidikan seni berbasis kearifan lokal serta dokumentasi warisan budaya takbenda di Sulawesi Tenggara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad, A. B., & Pendais, H. (2019). Sejarah Tari Lulo pada masyarakat suku Tolaki Kelurahan Alangga Kecamatan Andoolo Kabupaten Konawe Selatan (1800-1996). Jurnal Penelitian Pendidikan Sejarah, 4(1), 22-31.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Hidayat, R. (2005). Wawasan seni tari: Pengetahuan praktis bagi guru seni tari. Malang: Universitas Negeri Malang.

Ismail. (2020). Pengantar ilmu antropologi. Medan: Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Laronga, H. S., Dewi, C., & Hapsa. (2021). Confirming the identity of the Cia-Cia Laporo community through local languages on Buton Island Southeast Sulawesi. Kinesik, 8(3), 314-320. https://doi.org/10.22487/ejk.v8i3.264

Masreng, R. (2015). Pendekatan antropolinguistik terhadap kajian tradisi lisan. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, 1(1), 1-17.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Pradana, R. A., Degeng, I. N. S., & Soepriyanto, Y. (2020). Pengembangan multimedia pembelajaran interaktif berbasis seni dan budaya. JINOTEP: Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran, 6(2), 89-96.

Rahman. (2011). Kelisanan dalam tradisi Maata’a pada masyarakat Laporo (Tesis). Depok: Universitas Indonesia.

Raodah. (2019). Eksistensi dan dinamika pertunjukan musik tradisional Mandar di Kabupaten Polman Sulawesi Barat. Walasuji, 10(2), 269-285.

Retnowati, E. (2016). Seni tradisional dan pendidikan ilmu sosial. Jurnal Ilmu Budaya, 40(53), 2067-2078.

Rizki, D. P., & Asrani. (2025). Mataano Mambio: Ritual and symbolism of the Laporo tribe’s harvest. APLIKATIF: Journal of Research Trends in Social Sciences and Humanities, 4(2), 193-203. https://doi.org/10.59110/aplikatif.v4i2.656

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.

Spradley, J. P. (2007). Metode etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumardjo, J. (2000). Filsafat seni. Bandung: ITB.

Widhyatama, S. (2012). Sejarah musik dan apresiasi seni. Jurnal Seni Musik, 1(1), 1-10.

Wijayanti, T. Y. (2018). Seni tari dalam pandangan Islam. Alfuad Journal, 2(2), 48-58.

Downloads

Published

2026-05-10

How to Cite

Seni dalam tradisi Maata’a Mambio pada Etnis Ciacia Laporo di Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara: Art in the Maata’a Mambio tradition of the Ciacia Laporo ethnic community in Pasarwajo District, Buton Regency, Southeast Sulawesi. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 10(2), 111-118. https://doi.org/10.33772/ypj5rs90

Similar Articles

1-10 of 39

You may also start an advanced similarity search for this article.