Internalisasi Nilai Persatuan melalui Pembelajaran Tari Lulo pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar: Studi Pre-Eksperimental di SD Negeri 2 Konda
Internalization of Unity Values through Lulo Dance Learning among Fifth-Grade Elementary School Students: A Pre-Experimental Study at SD Negeri 2 Konda
DOI:
https://doi.org/10.66225/deaf7078Keywords:
pendidikan karakter; persatuan; sekolah dasar; Tari Lulo; TolakiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran Tari Lulo dalam meningkatkan nilai persatuan siswa kelas V SD Negeri 2 Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Nilai persatuan dipahami sebagai perilaku yang mencerminkan kerja sama, disiplin, kebanggaan terhadap budaya lokal, solidaritas, dan toleransi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest berulang. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas V yang dipilih secara purposif sesuai kebutuhan penelitian tindakan pembelajaran di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi berbasis rubrik dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t berpasangan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai persatuan dari 66,00 pada pretest menjadi 71,22 pada posttest I, 75,94 pada posttest II, dan 81,22 pada posttest III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 38,9% menjadi 100% pada pengukuran akhir. Uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan setiap posttest: posttest I (t = 6,410; p < 0,001), posttest II (t = 8,479; p < 0,001), dan posttest III (t = 8,571; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa Tari Lulo dapat menjadi media pembelajaran berbasis budaya lokal yang efektif untuk menguatkan nilai persatuan di sekolah dasar. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati.
Downloads
References
Andrini, F., Paramita, S., & Dewi, M. P. (2022). Makna tradisi Tari Lulo suku Tolaki dalam pandangan agama Buddha: Kajian folklor masyarakat Moramo, Sulawesi Tenggara. Patisambhida: Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama, 3(2), 1-10.
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi (Edisi II). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Djamaluddin, A. (2014). Filsafat pendidikan. Istiqra: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(2), 129-135.
Fajarini, U. (2014). Peranan kearifan lokal dalam pendidikan karakter. Sosio Didaktika, 1(2). https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1225
Kemendikbudristek. (2022). Dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Nasir, N., Rahmawati, R., & Adam, A. (2019). Identifikasi nilai pedagogis Tarian Lulo untuk memperkuat rasa persatuan pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 359-372. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.336
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sztompka, P. (2007). Sosiologi perubahan sosial. Jakarta: Prenada Media Group.
Ngadenan, S. W., Rachman, R. A., Ngadenan, S. W., & Rachman, R. A. (2025). Building a national identity: a guide for the younger generation. 10(3), 29–35. https://doi.org/10.71040/irpia.v10i3.301
Azka, M., Ziyan, N. N., Maulana, R., & Arleawati, A. (2025). Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Sarana Internalisasi Nilai Pancasila. 2(3), 125–137. https://doi.org/10.61132/jupenkei.v2i3.704
Rusli, M., & Maya. (2023). The Essence of Citizenship Education in Elementary Schools. https://doi.org/10.59966/eduj.v1i1.515
Bukoting, S. (2023). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa sekolah dasar. EDUCATOR Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan. https://doi.org/10.51878/educator.v3i2.2389





