SENI KRIYA ANYAMAN RANGGI PADA MASARAKAT MUNA DI KECAMATAN WADAGA KABUPATEN MUNA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.66225/91gav375Keywords:
Seni, kriya, anyaman ranggi, MunaAbstract
Tujuan yang ingin di capai dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut: untuk mendeskripsikan proses pembuatan seni kriya
anyaman ranggi, untuk mendeskripsikan fungsi seni kriya anyaman
Ranggi, untuk mendeskripsikan proses pemasaran seni kriya
anyaman ranggi dan untuk mendeskripsikan pelestarian seni kriya
anyaman ranggi. Penelitian ini menggunakan Analisis data dalam
penelitian ini digunakan model analisis alir. Informan: pengrajin.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,
dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dilakukan melalui
empat tahapan yang meliputi : pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil
penelitian (1). Proses pembuatan seni kriya anyaman ranggi di
lakukan dengan tahap: pemotongan bahan baku sesuai dengan
ukuran yang dikehendaki, dilanjutkan dengan perendaman selama
setengah hari, membelahkan bahan sesuai dengan ukuran yang
dikehendaki, dilanjutkan dengan pengeringan, selanjutnya
pemotongan dan bagian terakhir adalah penganyaman. (2). Fungsi
seni kriya anyaman ranggi ada tiga yaitu peralatan rumah tangga,
sebagai tempat penyimpanan makanan, peralatan perlengkapan
acara/pesta, sebagai tempat enyiapkan hidangan kepada para tamu
dan berfungsi sebagai soufinir untuk para tamu dan oleh-oleh untuk
keluarga di rumah. (3). Pemasaran seni kriya anyaman ranggi
dilakukan secara tradisional yaitu menunggu pembeli datang di
tempat penrajin, ada polamari baik yang dilakukan oleh penrajin
maupun oleh dinas pendidikan dan perdagangan serta dinas
pariwisata Kabupaten Muna Barat. (4). Pelestarian seni kriya
anyaman ranggi dilakukan dengan cara almiah yaitu sistem produksi
secara berkesinambungan, angaran meskipun sekarang ini sistem
produksi dilakukan dengan cara pekerjaan sampingan selain bertani.
Downloads
References
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik.
Azani, A. N. (2017). Ranggi Tradisi Ngangung Sebagai Ide Penciptaan Motif Batik Konteporer
Tas Sauvenir Khas Bangka Belitung. Pend. Seni Kerajinan-S1 (e-Craft), 6(6), 635–643.
Bahari, N. (2014). Kritik seni: wacana, apresiasi, dan kreasi. Pustaka Pelajar.
Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif: komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu
sosial lainnya. Kencana.
Fibrianie, E., Setyowati, E., Nizaora, D., & Cahyadi, D. (2020). Pelatihan Produk Kerajinan
Anyaman Rotan Menjadi Produk Fungsional. Seminar Nasional Hasil Penelitian &
Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M), 284–287.
Gustami, S. P. (2002). Memantapkan Wacana Seni Kriya Indonesia Sebagai Akar Seni Rupa
Indonesia. Makalah.
Hafid. Anwar, dkk. 2018. Study On The Character Values Of Molihi Dance In Wawonii
Ethnic.Internasinal Jurnal of Multidicciplinary Research and Development, 5(8),91-95.
Hastuti. 2018. Makna Simbolik Tikar Adat (Ambahi Sorume ) Bagi Masyarakat Tolaki di
Kabupaten Konawe. Kendari: Tesis PPS Universitas Haluoleo.
Hafid, A., & Suardika, K. (2015). An Analysis Of Kalosara Function As Ethnopedagogic
Media In Nation Character-Bulding In South East Sulawesi.
Heliodorus. Lukas. 2012. Studi usaha kerajinan anyaman Ranggidi Dusun Ray Desa Raja
Kecamatan Ngabang Kabupaten landak Propinsi Kalimantan Barat. Yogyakarta.
Universitas Negeri Yogyakarta.
Hasanudin, B. P., & Pesisiran, B. (2001). Melacak Pengaruh Etos Dagang Santri pada
Ragam Hias Batik. Bandung: Kiblat Buku Utama.
Huberman, M., & Miles, M. B. (1992). Analisis Data Kualitatif. Penerbit Universitas
Indonesia, Jakarta.
Ishak. Muh. Adnan. 2016. Bentuk dan Fungsi Kerajinan Anyaman Tikar Sorume Dalam
Masyarakat Tolaki Kabupaten Konawe. Kendari. Universitas Haluoleo
Koentjaraningrat. 1987. Kebudayaan Jawa Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT.
Gramedia
Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Liliweri, A. (2014). Pengantar studi kebudayaan. Nusa Media.Bandung.
Nasional, D. P. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia pusat bahasa. Jakarta: PT Gramedia
Pustaka Utama.
Piliang, Y. A. (1999). Hiper-realitas kebudayaan. Lembaga Kajian Islam dan
Sosial.Yogyakarta.
Piliang, Y. A. (2010). Sebuah dunia yang dilipat: Realitas kebudayaan menjelang milenium
ketiga dan matinya posmodernisme. Mizan Pustaka.
Raharjo, T. (2009). Bisnis Seni Kerajinan Bikin Londho Keranjingan Kewirausahaan Bidang
Seni Kriya Lebih baik jadi kepala ayam daripada buntut harimau. Program
Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Ratna, N. K. (2019). Metodologi penelitian kajian budaya dan ilmu sosial humaniora pada
umumnya.
Rohidi. Rohendi Tjetjep. 1994. Pemuda dan Perubahan Social. Jakarta; LP3ES.
Syarifudin. 2015. Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat. Sumatra Utara: Perdana
Publishing
Susanto, Mikke. 2011. Diksi Rupa. Yogyakarta : Dicti Art Lab & Djagad Art House.
Soedarso, S. (1998). Seni lukis batik Indonesia. Yogyakarta: Taman Budaya Propinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sedyawati, 1987. Estetika Dalam Arkeologi Indonesia. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi
Indonesia.
Susanto, R. M. (1987). Estetika Dalam Arkeologi Indonesia. Jakarta, Ikatan Ahli Arkeologi
Indonesia.
Sachari, 1986. Estetika Terapan, Spiritp-Spirit Yang Menikam Desain. Bandung. ITB.
Suyanto, S. (2004). Seni Kriya: Teknik dan Kreasi. Ornamen, 2(1).
Yunus, H. S. (2010). Metodologi penelitian wilayah kontemporer. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.





