KOMPETENSI GURU SENI BUDAYA DI SMAN 1 SAWERIGADI

Authors

  • Wa Ode Hamida Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.66225/h2df6576

Keywords:

Kompetensi Guru, Pedagogik, Profesional, Sosial, Kepribadian

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis; 1) Kompentensi pedagogik guru seni budaya di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat pada pembelajaran seni tari, (2) Kompetensi professional guru seni budaya di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat pada pembelajaran seni tari, 3) Kompetensi sosial guru seni budaya di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat pada pembelajaran seni tari, dan 4) Kompetensi kepribadian guru seni budaya di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat pada pembelajaran seni tari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sawerigadi Kabupaten Muna Barat.Pemilihan SMA Negeri 1 Sawerigadi pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan :1) Kompetensi guru seni budaya dalam pembelajaran seni tari di SMA Negeri 1 Sawerigadi adalah kompetensi pedagogik, kompetensi professional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian, diperoleh fakta bahwa jumlah guru seni budaya berlatar belakang guru diluar profesinya, bahkan guru seni budaya dalam menyelenggarakan pembelajaran seni tari tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang seni tari sehingga memprihatinkan, mengingat pendidikan seni memiliki peran cukup berat dalam membentuk pribadi peserta didik yang harmonis, 2) Proses pembelajaran seni tari masih memiliki kendala-kendala yang dihadapi seperti sara dan prasarana yang belum semuanya belum memadai, misalnya ruang untuk praktik, siswa tidak melakukan praktek tari pada proses pembelajaranya sehingga siswa yang memiliki minat dan bakat dalam seni tari tidak dapat menyalurkanya, terlebih kepada guru yang tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam seni tari, dan 3) untuk mengatasi masalah dalam proses pembelajaran seni budaya ini dapat diatasi dengan cara melakukan kegiatan ekstrakurikuler diluar jam pelajaran yang wajib diikuti siswa melalui sanggar seni yang diselenggarakan sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Rahman shaleh. (2005). Pendidikan Agama & Pembangunan Watak Bangsa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Danusastro, S. (1977).Analisis Perbandingan antara Pengaruh Keterarahan Belajar Terprogram dan Klasifikasi terhadap Prestasi Belajar.

Depdiknas, R. I. (2006). Permendiknas no 23 Tahun 2006. Lampiran Standar Isi. Jakarta: Depdiknas.

Dewantara, K. H. (2011). Bagian pertama: pendidikan (Cetakan Ke). Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Djamarah dan Saiful Bahri . (2005) Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: PT Rineka Cipta

E. Mulyasa (2005). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Fachruddin Saudagar dan Ali Idrus. (2009). “Pengembangan Profesionalitas Guru”. Jakarta: Gaung Persada.

Ghozali, I. (2010). Kompetensi Guru Seni Budaya Dalam Pembelajaran Seni Musik Di Sma Kota Pontianak Kalimantan Barat (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

H.A.R. Tilaar. (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia . Jakarta: PT Grasindo

Hanafiah dan Cucu Suhana. (2010). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung : PT Refika Aditama

Harianti, D. (2007). Kajian Kebijakan Kurikulum Seni Budaya. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional.

Herminingrum, Ekaningtyas & Florensius, Totok Sumaryanto. (2013). aktivitas dan Hasil Belajar Apresiasi Musik Nusantara Melalui Penggunaan Lagu Model Pada Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 1 Pangkah, Kabupaten Tegal. Jurnal JSM. 2(1).

Ibrahim, R. (2012). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Mulyasa, E. (2011). Manajemen Berbasis Sekolah; Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru; Menjadi Guru Profesional.

Nurrahmah. (2014). Potret Buram Pendidikan Daerah Miskin di Indonesia: Becermin dari Dompu Nusa Tenggara Barat. Mataram: Insan Madani Institute Mataram

Suharti, S. P., Sumardi, M. K., Hanafi, M., & Hakim, L. (2020). Strategi Belajar Mengajar. Jakad Media Publishing.

Sulastri, A. R. (2013) Kompetensi Guru Seni Tari dalam Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMP Negeri 1 Gegerbitung (Doctoral dissertation, Indonesia University of Education).

Utomo, Udi (2013). Analisis Kebutuhan Guru Seni Musik Dalam Konteks Pelaksanaan Pembelajaran Barbasis Action Learning Di Sekolah. Journal Harmonia, 13 (2), 11

– 16.

Utomo, Udi & Ardyarta, Theo. (2013). Pengembangan Instrumen Penilaian Unjuk Kerja (Performance Assessment) Kompetensi Ekspresi dan Kreasi Msik Di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Journal Harmonia, 13 (1), 1 – 5.

Utomo, Udi. (2010). Model Pengembangan Materi Pembelajaran Seni Musik di SD/MI Berdasarkan Kurikulum Tinkat Satuan Pendidikan (KTSP). Journal Penelitian Pendidikan(JPP), 27 (2), 101 – 106

Downloads

Published

2026-04-15

How to Cite

KOMPETENSI GURU SENI BUDAYA DI SMAN 1 SAWERIGADI. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 9(1), 1-10. https://doi.org/10.66225/h2df6576

Similar Articles

1-10 of 24

You may also start an advanced similarity search for this article.