Sistem Pembelajaran Tari Sanggar Seni Abdi Tri Dharma di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan

The Dance Learning System at Abdi Tri Dharma Art Studio in Sumber Jaya Village, Lalembuu District, South Konawe Regency

Authors

  • Mariyah Ulfah Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.66225/a3bca219

Keywords:

sistem pembelajaran, seni tari, pelestarian budaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pembelajaran tari pada Sanggar Seni Abdi Tri Dharma di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan, dengan fokus pada komponen input, proses, dan output pembelajaran. Kajian ini penting karena sanggar seni berperan sebagai ruang pendidikan nonformal, pelestarian budaya, serta pengembangan kreativitas generasi muda di wilayah transmigrasi yang mempertemukan budaya Jawa, Bali, dan budaya lokal Sulawesi Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola, pelatih, anggota, dan masyarakat, serta dokumentasi aktivitas latihan dan pementasan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input pembelajaran meliputi sistem rekrutmen berbasis kekeluargaan, pendekatan individual, promosi dari mulut ke mulut, serta program kerja mingguan, bulanan, dan tahunan. Proses pembelajaran dilaksanakan melalui pengelompokan kemampuan, pengenalan makna tari, latihan olah tubuh, olah napas, olah rasa, olah musik, tata rias, kostum, dan tata lampu. Output pembelajaran tampak pada keterlibatan sanggar dalam pementasan masyarakat, kegiatan pemerintahan, festival, lomba, serta lahirnya alumni yang mendirikan sanggar dan mendampingi sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa sistem pembelajaran Sanggar Seni Abdi Tri Dharma tidak hanya menghasilkan keterampilan tari, tetapi juga membangun disiplin, kerja sama, identitas budaya, dan keberlanjutan pendidikan seni berbasis komunitas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afilla, M., Oktariani, D., & Ismunandar, I. (2024). Strategi pembelajaran tari untuk anak di Sanggar Andari Kota Pontianak. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 8(1), 281–298. https://doi.org/10.22219/satwika.v8i1.32748

Agniawan, K. N., & Narawati, T. (2023). Pembelajaran Tari Seke pada tingkat kelas mahir di Sanggar Tari Dapur Seni Fitria Kota Cimahi. Ringkang: Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari, 3(2).

Azwardi, A., Ismunandar, I., & Sanulita, H. (2019). Manajemen pengelolaan Sanggar Tari Kuda Lumping Bangun Trisno di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 8(1).

Dewi, F. C. (2013). Pembelajaran tari pada anak usia dini di Sanggar Sekar Panggung Metro Mall Bandung. Jurnal Pendidikan Seni Tari, Universitas Pendidikan Indonesia.

Herbekti, S., Djatmiko, G., & Indrawati, A. (2022). Metode pembelajaran tari kreasi pada kelas anak usia dini di Sanggar Seni Kinanti Sekar Yogyakarta. IDEA: Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan, 17(2).

Hidayati, A., Zaim, M., Rukun, K., & Darmansyah. (2014). The development of character education curriculum for elementary students in West Sumatera. International Journal of Education and Research, 2(6), 189–198.

Korina, D. N. (2014). Manajemen Sanggar Tari Lung Ayu Kabupaten Jombang. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 2(1), 42–55.

Laili, M. (2023). Pendidikan karakter di Sanggar Tari Murwita Kabupaten Mojokerto. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 12(1), 14–29.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.

Oktaviana, D. K., & Wiyoso, J. (2021). Manajemen Sanggar Padma Baswara di Kadilangu Demak. Jurnal Seni Tari, 10(2), 132–141. https://doi.org/10.15294/jst.v10i2.46809

Puspitasari, S. K. (2022). Manajemen pelatihan tari di Sanggar Seni Pangreksa Budaya Kota Semarang pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Seni Tari dan Pendidikan Seni, 11(1).

Rahman, H. (2020). Pembelajaran seni tari pada anak usia dini. Educhild: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 1–12.

Ramadhan, A., Hasyimkan, & Mustika, I. W. (2018). Pembelajaran Tari Ittar Muli di Sanggar Widya Sasmita Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Seni dan Pembelajaran, 6(2).

Resi, L. A., Haryono, S., & Subiyantoro, S. (2019). Pendidikan seni tari Sanggar Seni Sarwi Retno Budaya Surakarta sebagai pengembangan karakter anak. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(3), 402–410. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i3.648

Satori, D., & Komariah, A. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Soedarsono, R. M. (1998). Tari tradisional Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Yulisetyowati, A. (2023). Model pembelajaran kooperatif sebagai pendorong kreativitas anak di Sanggar Tari Nitaswadiri Sidoarjo. Jurnal Pendidikan Sendratasik, 12(1), 151–165.

Downloads

Published

2026-05-10

How to Cite

Sistem Pembelajaran Tari Sanggar Seni Abdi Tri Dharma di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan: The Dance Learning System at Abdi Tri Dharma Art Studio in Sumber Jaya Village, Lalembuu District, South Konawe Regency. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 10(1), 90-97. https://doi.org/10.66225/a3bca219

Similar Articles

31-40 of 45

You may also start an advanced similarity search for this article.