Makna dan Nilai Pendidikan pada Lukisan Dinding Gua Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna

The Meaning and Educational Values of the Liang Kabori Cave Wall Paintings in Lohia District, Muna Regency

Authors

  • La Ode Sabarudin Universitas Halu Oleo Author
  • La Niampe Universitas Halu Oleo Author
  • Irianto Ibrahim Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.66225/xxrh3914

Keywords:

lukisan dinding, liang Kabori, nilai pendidikan, warisan budaya

Abstract

Lukisan dinding Gua Liang Kabori di Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, merupakan tinggalan seni cadas yang memuat jejak visual kehidupan masyarakat masa lalu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelestarian dan pemaknaan kembali lukisan gua sebagai sumber pengetahuan lokal, pendidikan seni, dan penguatan literasi warisan budaya. Penelitian bertujuan mendeskripsikan motif lukisan, menafsirkan makna simboliknya, serta mengidentifikasi nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce melalui relasi representamen, objek, dan interpretant. Data diperoleh melalui observasi langsung pada situs, dokumentasi foto, wawancara dengan juru pelihara, tokoh masyarakat, dan praktisi budaya, serta studi pustaka terhadap kajian seni cadas Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lukisan di Gua Liang Kabori dapat dikelompokkan ke dalam motif manusia, hewan, benda budaya, geometris, dan abstrak. Makna yang muncul meliputi pertahanan diri, penaklukan dan pemanfaatan hewan, kepercayaan terhadap kekuatan leluhur, pencatatan pengetahuan tentang hewan, fungsi transportasi dan migrasi, serta petunjuk simbolik terhadap lingkungan sosial-budaya. Nilai pendidikan yang teridentifikasi meliputi nilai religius, komunikasi, sosial, budaya, dan pariwisata. Kesimpulannya, lukisan dinding Gua Liang Kabori tidak hanya menjadi bukti visual prasejarah, tetapi juga sumber pendidikan kontekstual yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran seni, sejarah, budaya lokal, dan pelestarian cagar budaya. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan pembacaan semiotik dan pedagogis terhadap seni cadas Muna sebagai dasar pengembangan bahan ajar berbasis warisan budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aubert, M., Brumm, A., Ramli, M., Sutikna, T., Saptomo, E. W., Hakim, B., Morwood, M. J., van den Bergh, G. D., Kinsley, L., & Dosseto, A. (2014). Pleistocene cave art from Sulawesi, Indonesia. Nature, 514(7521), 223-227. https://doi.org/10.1038/nature13422

Brumm, A., Oktaviana, A. A., Burhan, B., Hakim, B., Lebe, R., Zhao, J.-x., Sulistyarto, P. H., Ririmasse, M., Adhityatama, S., Sumantri, I., & Aubert, M. (2021). Oldest cave art found in Sulawesi. Science Advances, 7(3), eabd4648. https://doi.org/10.1126/sciadv.abd4648

Gagan, M. K., Halide, H., Permana, R. C. E., Lebe, R., Dunbar, G. B., Kimbrough, A. K., Scott-Gagan, H., Zwartz, D., & Hantoro, W. S. (2022). The historical impact of anthropogenic air-borne sulphur on the Pleistocene rock art of Sulawesi. Scientific Reports, 12, 21512. https://doi.org/10.1038/s41598-022-25810-1

Huntley, J., Aubert, M., Oktaviana, A. A., Setiawan, P., Lebe, R., Hakim, B., Burhan, B., Sumantri, I., Hamrullah, & Brumm, A. (2021). The effects of climate change on the Pleistocene rock art of Sulawesi. Scientific Reports, 11, 9833. https://doi.org/10.1038/s41598-021-87923-3

Ilmi, M. M., Maryanti, E., Nurdini, N., Lebe, R., Oktaviana, A. A., Burhan, B., Perston, Y. L., Setiawan, P., Ismunandar, & Kadja, G. T. M. (2023). Uncovering the chemistry of color change in rock art in Leang Tedongnge (Pangkep Regency, South Sulawesi, Indonesia). Journal of Archaeological Science: Reports, 48, 103871. https://doi.org/10.1016/j.jasrep.2023.103871

Ilmi, M. M., Maryanti, E., Nurdini, N., Oktaviana, A. A., Setiawan, P., Ismunandar, & Kadja, G. T. M. (2021). A multianalytical investigation of the physicochemical properties of white rock art pigments at the Nali and Tene Koro sites, Lembata, East Nusa Tenggara, Indonesia. Journal of Archaeological Science: Reports, 41, 103326. https://doi.org/10.1016/j.jasrep.2021.103326

O'Connor, S., Mahirta, Kealy, S., Louys, J., Kaharudin, H. A. F., Lebuan, A., & Hawkins, S. (2018). Unusual painted anthropomorph in Lembata Island extends our understanding of rock art diversity in Indonesia. Rock Art Research, 35(1), 79-84. https://doi.org/10.69978/rar.v35i1.180

O'Connor, S., Kealy, S., Black, A., Ririmasse, M., Mahirta, Hawkins, S., Husni, M., & Tanudirjo, D. A. (2020). The rock art of Kisar Island, Indonesia: A small island with a wealth and diversity of artistic expression. Journal of Indo-Pacific Archaeology, 44, 19-51.

Oktaviana, A. A., Lape, P. V., & Ririmasse, M. N. R. (2018). Recent rock art research on East Seram, Maluku: A key site in the rock art of West Papua and South East Maluku. Kapata Arkeologi, 14(2), 135-144. https://doi.org/10.24832/kapata.v14i2.534

Oktaviana, A. A., Joannes-Boyau, R., Hakim, B., Burhan, B., Sardi, R., Adhityatama, S., Hamrullah, Sumantri, I., Tang, M., Lebe, R., Ilyas, I., Abbas, A., Jusdi, A., Mahardian, D. E., Noerwidi, S., Ririmasse, M. N. R., Mahmud, I., Duli, A., Aksa, L. M., McGahan, D., Setiawan, P., Brumm, A., & Aubert, M. (2024). Narrative cave art in Indonesia by 51,200 years ago. Nature, 631(8022), 814-818. https://doi.org/10.1038/s41586-024-07541-7

Rasyidu, M., Syahrun, & Suseno, S. (2021). Identifikasi gambar cadas di Situs Gua Liang Kobori Kabupaten Muna. SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi, 4(2), 1-7. https://doi.org/10.33772/sangia.v4i2.1082

Safinatunnajah, N. K. (2025). Narrative of the oldest art worldwide: Rock art as cultural identity of Maros-Pangkep Geopark. Geo Tourism International Conference, 2, 1-11.

Sope, A., & Mahirta. (2023). Potensi arkeologis: Gambar cadas kompleks Gua Prasejarah Liang Kabori, Sulawesi Tenggara. SANGIA: Jurnal Penelitian Arkeologi, 7(1), 1-23.

Sope, A. (2024). Isu kontemporer dalam pelestarian seni cadas kawasan Liang Kabori, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Konferensi Nasional Prasejarah Indonesia 2024, 259-270. https://doi.org/10.55981/konpi.2024.10

Sope, A. (2025). Melacak jejak budaya pada warisan seni cadas kawasan karst Liang Kabori, Pulau Muna. Patrawidya, 26(1), 75-96.

Taçon, P. S. C., Aubert, M., Brumm, A., O'Connor, S., & Rosenfeld, A. (2016). The contemporary importance and future of Sulawesi's ancient rock art. Terra Australis, 48, 31-42.

Tan, N. H. (2014). Rock art research in Southeast Asia: A synthesis. Arts, 3(1), 73-104. https://doi.org/10.3390/arts3010073

Tang, M., Erawati, E., & Nur, M. (2020). Pelestarian kawasan gua-gua prasejarah Liang Kabori Kabupaten Muna: Sebuah perspektif kepariwisataan. Asian Journal of Environment, History and Heritage, 4(2).

Zerboni, A., Villa, F., Wu, Y. L., Solomon, T., Trentini, A., Rizzi, A., Cappitelli, F., & Gallinaro, M. (2022). The sustainability of rock art: Preservation and research. Sustainability, 14(10), 6305. https://doi.org/10.3390/su14106305

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Peirce, C. S. (1931-1958). Collected Papers of Charles Sanders Peirce. Harvard University Press.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2026-05-10

How to Cite

Makna dan Nilai Pendidikan pada Lukisan Dinding Gua Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna: The Meaning and Educational Values of the Liang Kabori Cave Wall Paintings in Lohia District, Muna Regency. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 10(1), 80-89. https://doi.org/10.66225/xxrh3914

Similar Articles

21-30 of 38

You may also start an advanced similarity search for this article.