Kajian Seni dalam Proses Upacara Tingkeban Etnik Jawa di Kelurahan Sendang Mulya Sari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe

Artistic Study of the Javanese Tingkeban Ceremony in Sendang Mulya Sari, Tongauna, Konawe

Authors

  • Dwi Wahyuni Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.66225/eban8h86

Keywords:

Tingkeban, verbal dan nonverbal, Uborampe

Abstract

Tradisi tingkeban etnik Jawa di Kelurahan Sendang Mulya Sari masih dipraktikkan sebagai ritual kehamilan tujuh bulan, tetapi beberapa unsur prosesi dan sarana ritual mengalami penyederhanaan sehingga makna simboliknya berisiko tidak diwariskan secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis seni tradisi verbal dan nonverbal, prosesi ritual, serta fungsi adat dalam upacara tingkeban. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis. Data diperoleh melalui observasi prosesi, wawancara dengan tokoh adat, tokoh agama, keluarga penyelenggara, dan masyarakat, serta dokumentasi uborampe dan tuturan perjonggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni verbal hadir melalui pembacaan ayat suci, doa, dan tuturan perjonggo, sedangkan seni nonverbal hadir melalui uborampe, kembang, nyamping, cengkir gading, makanan simbolik, dan rangkaian tindakan ritual. Prosesi tingkeban meliputi slametan kenduren, sungkeman, siraman, pecah pamor, brojolan, sigaran, pantes-pantesan, kembulan, pasugatan, dan mberkat. Penelitian menyimpulkan bahwa tingkeban berfungsi sebagai sarana ritual, sosial, estetika, dan pendidikan. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan pemetaan terpadu tentang seni verbal dan nonverbal tingkeban sebagai sumber pengetahuan bagi kajian pendidikan seni, tradisi lisan, dan pelestarian budaya Jawa di wilayah perantauan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bayuadhy, G. (2015). Tradisi-tradisi Adiluhung Para Leluhur Jawa. Dipta.

Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. University of California Press.

Bratawidjaja, T. W. (1983). Upacara Tradisional Masyarakat Jawa. Pustaka Sinar Harapan.

Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic Analysis: A Practical Guide. SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.

Hadi, Y. S. (2012). Koreografi: Bentuk, Teknik, Isi. Cipta Media.

Hariastuti, R. M., et al. (2021). Indonesian traditional dance: Ethnomathematics on culture and learning. Journal of Physics: Conference Series.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Mead, G. H. (1934). Mind, Self, and Society. University of Chicago Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Oktavianus, O., & Citrawati, A. A. I. A. (2024). Makna simbolis dan filosofi di balik gerakan tari tradisional Indonesia. Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra, 25(2), 760-772.

Poerwadarminta, W. J. S. (1985). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Pringgawidagda, S. (2003). Upacara Tingkeban dalam Tradisi Jawa. Adicita Karya Nusa.

Rusmaningrum, R. N., Subiyantoro, S., & Kurniadi, E. (2024). The symbolic meaning of traditional dance as a source of character education. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding.

Saputra, R. J., et al. (2024). Character education through traditional Ranup Lam Puan dance learning for Almuna Bireuen Kindergarten teachers. Catharsis: Journal of Arts Education.

Sedyawati, E. (2012). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Rajawali Pers.

Sibarani, R. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.

Soemodidjojo. (1991). Kitab Primbon Betaljemur Adammakna. Soemodidjojo Mahadewa.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Supeni, S., et al. (2021). Internalizing character education through Javanese traditional dance. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 18(1).

Turner, V. (1967). The Forest of Symbols: Aspects of Ndembu Ritual. Cornell University Press.

UNESCO. (2023). Living Heritage: Safeguarding without Freezing. UNESCO.

UNESCO. (2024). Basic Texts of the 2003 Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. UNESCO.

Wu, Y. (2021). Roles of education in intangible cultural heritage tourism: A model of contact opportunity. Advances in Social Science, Education and Humanities Research.

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Kajian Seni dalam Proses Upacara Tingkeban Etnik Jawa di Kelurahan Sendang Mulya Sari, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe: Artistic Study of the Javanese Tingkeban Ceremony in Sendang Mulya Sari, Tongauna, Konawe. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 9(2), 67-71. https://doi.org/10.66225/eban8h86

Similar Articles

31-40 of 45

You may also start an advanced similarity search for this article.