PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI MELALUI MEDIA TANAH LIAT PADA SISWA SDN 8 PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN

Authors

  • Ida Indriyani Universitas Halu Oleo Author

DOI:

https://doi.org/10.66225/8ebs4f83

Keywords:

Pembelajaran tiga dimensi, Media Tanah Liat, Siswa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji proses pembelajaran tiga dimensi menggunakan media tanah liat pada pembuatan vas bunga, asbak dan cobek-cobek, (2) mengkaji bentuk karya yang dihasilkan pada pembelajaran tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tiga dimensi melalui media tanah liat pada siswa SDN 8 Palangga meliputi proses persiapan dan proses berkarya. Proses persiapan terdiri dari pembuatan program tahunan, program semester, RPP dan silabus. Proses berkarya dimulai dari penyiapan alat dan bahan kemudian dilanjutkan dengan proses berkaya tiga dimensi dan tahap terakhir yaitu menilai hasil karya siswa. Proses berkarya Seni tiga dimensi dengan menggunakan bahan tanah liat pada Siswa Kelas 2 SDN 8 Palangga. Siswa terlebih dahulu menyediakan alat dan bahan digunakan dalam membuat karya seni 3 dimensi, membuat adonan tanah liat agar mudah dibentuk menjadi karya 3 dimensi yang diiginkan, proses pembuatan karya seni tiga dimensi menggunakan tanah liat dilakukan berdasarkan arahan dari guru dengan tema karya yang telah ditentukan. Bentuk-bentuk karya Seni 3 dimensi yang dihasilkan  menggunakan bahan tanah liat  pada  Siswa Kelas 2 SDN 8 Palangga sangat bervariasi, hal ini menunjukan bahwa siswa kelas 2 memiliki ide atau kreatifitas yang cukup bagus sehingga menghasilkan bermacam-macam bentuk karya seni berupa vas bunga, asbak dan cobe-cobe Hasil penilaian pembelajaran karya tiga dimensi menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai  dengan kategori sangat baik yaitu sebanyak 3 orang siswa atau sebesar 20%, yang memperoleh nilai dengan kategori baik sebanyak 7 orang siswa sebesar 47%, yang memperoleh nilai dengan kategori cukup sebanyak 5 orang atau sebesar 33%. Pada penelitian ini tidak ditemukan siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang. Faktor penghambat dalam penelitian ini adalah siswa tidak mampu untuk mengolah tanah liat menjadi sebuah karya seni di daerah tempat tinggal mereka di Kelurahan Palangga, selain itu faktor penghambat lainnya adalah tidak adanya guru khusus seni di SDN 8 Palangga terutama untuk kelas 2 sehingga guru seni budaya di sekolah tersebut adalah guru dari mata pelajaran umum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cintamulya, I. (2015). Peranan Pendidikan dalam Memepersiapkan Sumber Daya Manusia di Era Informasi dan Pengetahuan. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 2(2).

Degeng, N.S. (1993). Buku Pegangan Teknologi Pendidikan Pusat Antar Universitas untuk Peningkatandan Pengembangan Aktivitas Instruksional Universitas Terbuka (Jakarta: Depdikbud RI, Dirjen Dikti.

Fathurrohman, M. (2015). Model-model pembelajaran. Jogjakarta: Ar-ruzz media.

Guntur, Husain, S.M., Yunus, P.P. (2020). Kemampuan Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi Dengan Media Plastisin Pada Siswa SMA Negeri 11 Bulukumba (Doctoral dissertation, Fakultas Seni dan Desain).

Hastutiningrum, S. (2013). Proses pembuatan batu bata berpori dari tanah liat dan kaca. Jurnal Teknologi Technoscientia, 200-206.

Jennah, R. (2009). Media pembelajaran. Banjarmasin: Antasari Press.

Katu, M. A., Ahmad, A.A., Subiantoro, B. (2018). Pembelajaran Kerajinan Tangan Dari Bahan Clay Tepung Bagi Siswa Kelas VIII SMPN 3 Anggeraja Kabupaten Enrekang (Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Makassar).

Kii, S. I., & Yazidah, N. I. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Abo Subaya (Anyaman Bola Sumba Barat Daya) pada Motif Kerajinan Tangan Pandan Duri pada Materi Bangun Datar Siswa Kelas VII. In Prosiding Seminar Nasional IKIP Budi Utomo (Vol. 1, No. 01, pp. 62-68).

Margono., T. E., Abdul, A. (2010). Seni Rupa Untuk SMP-MTs Kelas VII

VIII dan IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Nurfajria, I. S. (2017). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Membentuk Menggunakan Media Tanah Liat Di Kelompok B TK Ar-Rofi (Penelitian Tindakan Kelas di Kelompok B TK Ar-Rofi Bantargebang-Bekasi). Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 23-32.

Pribadi, B. A. (2009). Desain sistem pembelajaran. Jakarta: PT Dian Rakyat.

Puspitasari, I. (2019). Berkarya Seni 3 Dimensi Dengan Media Sabun Batangan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Rahayu, D. I., & Khaironi, M. (2018). Kreativitas Anak Dan Clay Tanah Liat. Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn), 1(1), 1-8.

Ridho, A. (2016). Perancangan Aplikasi Pembelajaran Kerajinan Tangan Dari Sampah Plastik Dengan Metode Computer Assisted Instruction. Jurnal INFOTEK, 1(2).

Rusman. (2017). Belajar & Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sudjana, Nana. (2011). Penilaian Hasildan Proses Belajar Mengajar.

Bandung Rosda Karya.

Supriatna, M. A. (2018). Penggunaan Tanah Liat Sebagai Media Pembelajaran Pengenalan Bentuk Dasar Tiga Dimensi Bagi Pendidikan Anak Usia Dini. Cakrawala Dini: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1).

Yudhi Munadi. Media Pemnbelajaran; Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung Persada Press,2008), 6.

Zein, M. (2016). Peran guru dalam pengembangan pembelajaran. Jurnal Inspiratif Pendidikan, 5(2), 274-285.

Downloads

Published

2026-03-16

How to Cite

PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI MELALUI MEDIA TANAH LIAT PADA SISWA SDN 8 PALANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN. (2026). Jurnal Pembelajaran Seni Dan Budaya, 8(2), 54-64. https://doi.org/10.66225/8ebs4f83

Similar Articles

21-30 of 39

You may also start an advanced similarity search for this article.