Alih Wahana Cerpen ke Pementasan Drama: Proses Kreatif dan Strategi Adaptasi dalam Pembelajaran
DOI:
https://doi.org/10.33772/2hjjs504Keywords:
alih wahana, cerpen, drama, proses kreatif, pembelajaranAbstract
Alih wahana cerpen ke pementasan drama merupakan proses kreatif yang tidak hanya berkaitan dengan perubahan bentuk karya, tetapi juga melibatkan interpretasi, transformasi, dan pengembangan unsur cerita sesuai dengan karakteristik seni pertunjukan. Dalam konteks pembelajaran, proses tersebut berpotensi menjadi ruang untuk mengintegrasikan apresiasi sastra, keterampilan berbahasa, kreativitas, dan pengalaman artistik murid. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif dan strategi adaptasi dalam alih wahana cerpen ke pementasan drama serta mengkaji potensi relevansinya dalam pembelajaran Seni dan Budaya dan Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Sumber kajian berupa berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan alih wahana, adaptasi karya sastra, proses kreatif, drama, dan pembelajaran. Analisis dilakukan melalui identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis teoretis. Hasil kajian menunjukkan bahwa alih wahana berlangsung melalui rangkaian proses membaca, menafsirkan, mentransformasikan, menulis, melatih, mempertunjukkan, dan merevisi. Strategi adaptasi meliputi penciutan, penambahan, dan perubahan untuk menyesuaikan unsur naratif menjadi dialog, tindakan, karakterisasi, dan adegan dramatik. Proses pementasan selanjutnya memperluas adaptasi melalui pemeranan, ekspresi, vokal, gerak, dan kolaborasi. Berdasarkan sintesis literatur tersebut, alih wahana cerpen ke pementasan drama berpotensi diposisikan sebagai alternatif pembelajaran berbasis proses kreatif yang mempertemukan literasi sastra, keterampilan berbahasa, kreativitas, kolaborasi, dan pengalaman seni pertunjukan. Temuan ini merupakan sintesis konseptual dan belum dimaksudkan sebagai bukti empiris mengenai efektivitas penerapannya dalam pembelajaran.
Downloads
References
Aksan, H. (2023). Proses Kreatif Menulis Cerpen. Bandung: Nuansa Cendekia.
Amanah, N., Basuki, I. A., & Adi, P. (2024). Asesmen formatif pembelajaran diferensiasi pada alih wahana teks rekon kelas X SMA dengan strategi ATM inspiratif. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(3), 2565–2581.
Contessa, E., & Huriyah, S. (2021). Perencanaan Pementasan Drama. Yogyakarta: Deepublish.
Damono, S. D. (2018). Alih Wahana. Jakarta: Gramedia.
Efendi, N., Thahar, H. E., & Tamsin, A. C. (2013). Hubungan Kemampuan Memahami Cerpen Dengan Kemampuan Menulis Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Sijunjung. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 164–240.
Haris, A. M., & Sari, D. J. E. (2024). Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran Dalam Materi Drama Untuk Siswa Kelas V SD. Seminar Hasil Pengabdian dan Kuliah Kerja Nyata, 321–331.
Istianti, M. Z., Andrian, S. N., & Naviatun, T. (2025). Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Alih Wahana Cerpen Ke Dalam Bentuk Puisi Pada Siswa Kelas XI. psnppg, 3(1), 2503010122–2503010122.
Julianto, I. R., Saputro, P. W., Hayati, R., Gusvita, W., & Sintasari, D. P. (2025). Metode Role Playing sebagai Alternatif Pembelajaran Keterampilan Drama di Sekolah Dasar. Pesastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 2(1), 53–61.
Karahasanović-Avdibegović, I. (2023). Drama-based Pedagogy: Theatre for Social Change in Classroom. In Peace pedagogies in Bosnia and Herzegovina: Theory and practice in formal education (hal. 207–226). Springer.
Kristophorus Divinanto Adi Yudono, K., & Fransiskus Perdi Daya, P. (2023). Alih wahana Cerpen Sambutan di Pemakaman Ayah karya Jujur Prananto menjadi naskah drama. PRASI: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya, 18(1), 96–111.
Nurhasanah, E. (2022). Kajian Alih Wahana Cerita “Kedai Kopi Odyssey” Karya Leopold A. Surya Indrawan menjadi Naskah Drama. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 5(1), 175–194.
Purwati, D. (2020). Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Potensi Lokal (Panduan Menulis Naskah Drama dengan Mudah). Surabaya: Jakad Media Publishing.
Rahmayantis, M. D., Waryanti, E., & Puspitoningrum, E. (2022). Menulis kreatif naskah drama. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 81–91.
Rizky, J. H. F. N., Putri, M., Umami, M., & Zulfikar, M. F. (2024). Konsep Alih Wahana Cerpen ke Naskah Drama: Kajian Pustaka. Jurnal PENEROKA, 4(2), 157–170.
Rohman, S. (2020). Pembelajaran Cerpen. Jakarta: Bumi Aksara.
Sahir, S. H. (2021). Metodologi penelitian. KBM Indonesia.
Sauri, S., Trisnawati, T., & Nurelisah, N. (2024). Alih Wahana Cerita Rakyat Syekh Maulana Mansyurudin Cikadueun Menjadi Naskah Drama dan Pemanfaatan Sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra Di SMA. Arbitrer: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(3), 1289–1304.
Setiawan, D. S. A., Yosefin, W., Siagian, C. S., & Nababan, E. B. (2023). Alih Wahana Cerpen Tio Na Tonggi Karya Hasan Al Banna menjadi Naskah Drama sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di Sekolah. Jurnal Basataka (JBT), 6(1), 19–27.
Sidqi, D. F., Jayanti, D. E., Ambarwati, A., & Mintarsih, M. (2026). Adaptasi Cerpen ke Naskah Drama: Penguatan Keterampilan Menulis Kreatif melalui Platform Sastra Digital. Journal of Education Research, 7(4), 2847–2855.
Sitanggang, O. M., Sianturi, M. M., Annisa, A., & Deliani, M. K. (2022). Peningkatan Mengubah Cerpen Menjadi Naskah Drama Dengan Metode Resitasi Pada Siswa Kelas VIII SMP Pencawan Medan. Jurnal Basataka (JBT), 5(2), 200–211.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





